How To Return To Work After A Career Break

Apakah kamu pernah memutuskan vakum dari dunia karier karena alasan kesehatan, mengurus keluarga, melanjutkan pendidikan, atau alasan lainnya? Sudahkah kamu memutuskan mundur dari pekerjaan untuk menikmati pengalaman yang berbeda, seperti berkeliling dunia? Atau pernahkah kamu meluangkan waktu untuk sekadar cuti, berhenti sejenak dari dunia pekerjaanmu yang melelahkan? Apapun alasanya, kelak mungkin akan tiba waktunya untuk kamu kembali ke dunia kerja.

Mendapatkan pekerjaan bisa jadi hal yang cukup menakutkan. Tetapi, bisa menjadi lebih menakutkan lagi, ketika kamu kembali bekerja setelah vakum cukup lama. Kamu mungkin merasa cemas tentang memulai pekerjaan baru, seperti merasa tidak percaya diri, atau mungkin kamu khawatir terhadap keterampilan dan skill yang sedikit berkurang, karena banyak hal yang berubah sejak jauh dari tempat kerjamu.

Baik kamu sudah keluar dari tempat kerja selama satu tahun atau bertahun-tahun, memulai untuk kembali bekerja adalah hal yang menegangkan. But now that you reading this post, don’t allow anything to distract you from making your dream comeback.

Ingin tahu bagaimana melakukannya? Ikuti 5 tips berikut dan buat kembali dunia kerjamu lebih mudah:

1. Work Out Your Job Wants and Needs

Sebelum kamu mulai bersiap untuk kembali bekerja, ada baiknya kamu menyiapkan jawaban untuk beberapa pertanyaan dari HRD saat interview. Pewawancara akan bertanya mengapa kamu vakum bekerja, apa saja yang kamu lakukan saat vakum dan juga mengapa kamu ingin kembali? Jadi pertimbangkan jawaban atas pertanyaan tersebut yaa.

Cobalah luangkan waktu untuk mempertimbangkan apa yang kamu inginkan dari kembali bekerja. Seperti, jenis pekerjaan apa yang kamu butuhkan dan inginkan? Apakah kamu ingin kembali ke peran jobdesk seperti yang kamu lakukan sebelum vakum dari dunia karier? Atau kamu ingin mencoba hal baru? Selain alasan keuangan, terus pertimbangkan apa yang kamu inginkan dan butuhkan dari kembali bekerja.

Pikirkan juga jeda karier kamu selama vakum. Apakah kamu mempelajari keterampilan baru, menjadi volunteer, melakukan part time, atau mengambil kelas kursus? Karena, hal itu akan menjadi nilai tambahan di mata HRD nantinya. Selain istirahat bekerja, kamu juga harus tetap melakukan sesuatu hal yang berguna.

2. Re-Learn Your Trade and Community

Jika sudah cukup lama sejak kamu tidak bekerja, kamu mungkin perlu membiasakan diri kembali dengan Trade and Community kerja di dalamnya. Lakukan riset sebanyak mungkin tentang karier dan sektor yang kamu inginkan untuk kembali. Cari tau apa yang telah berubah atau berkembang di bidang pekerjaanmu, atau bidang terkait. Cari tau juga bagaimana cara terbaik untuk kamu memposisikan diri untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Hambatan terbesar yang dihadapi orang-orang setelah jeda karier biasanya adalah tertinggal karena teknologi dan trend yang terus berjalan, jadi pastikan kamu mengetahui semua tren pasar saat ini ya.

3. Freshen Up Your Expertise

Bertahun-tahun vakum dari dunia kerja pasti banyak perubahan yang terjadi. Baik itu terkait industrinya, cara kerja, budaya, dan lain-lain. Lalu, supaya kamu mempunyai peluang kerja yang lebih besar untuk diterima. Sebaiknya kamu terus kembangkan skill yang telah kamu kuasai selama ini dan juga pelajarilah hal-hal baru yang belum kamu kuasai selama bekerja di kantor lama.

Memang terdengar tidak mudah, bahkan sangat menakutkan, layaknya bekerja untuk pertama kali. Maka dari itu, selain kamu mempunyai tekad yang kuat untuk kembali bekerja, kamu juga harus meningkatkan keahlianmu, dan juga jangan lupa selalu ikuti perkembangan terakhir soal industri dan teknologi yang terkait dengan industri yang akan kamu geluti.

4. Practice Job Search Abilities

Ingat kapan kamu terakhir kali melamar pekerjaan? Jika sulit untuk diingat, mungkin kamu perlu memperbarui CV mu.

Saat memperbarui CV mu coba tunjukkan kepercayaan diri, kejujuran, dan komitmen. Biarkan HRD nantinya yang melihat potensi diri kamu dan hal baru apa yang kamu miliki setelah vakum dari pekerjaan. Mungkin kamu telah berkeliling dunia lalu sekarang kamu berada di sini dengan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang bisnis, atau pengetahuan tentang budaya asing yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan.

Untuk kamu yang vakum bekerja karena alasan merawat orang tua yang sakit, hal itu adalah sesuatu yang istimewa, karena berkat itu kamu bisa mengajari seni kesabaran dan empati yang bisa berguna saat berhadapan dengan klien yang berbeda.

Jika kamu vakum karena melanjutkan pendidikan atau telah menjadi sukarelawan, tuliskan semua di CV kamu dan jelaskan bagaimana keterampilan barumu yang akan bisa membantu perusahaan. Selain perbarui CV, perlu juga untuk merapikan LinkedIn profile mu yaa.

5. Clear Up Your Career Break — But Make it Succinct

Saat waktunya wawancara tiba, jelaskan alasan kamu vakum bekerja dengan secara singkat dan sederhana, setelah itu alihkan kembali pembicaraan ke pengalaman kerja kamu sebelumnya, karena pengalaman bekerja adalah salah satu hal yang paling dilirik HRD. Walaupun pengalaman bekerja mu sudah lewat beberapa tahun yang lalu.

Jangan terlalu cerita mendalam tentang kehidupan pribadimu selama vakum bekerja. Ceritakan secara singkat seperti “Saya cuti bekerja karena mengurus orang tua yang sakit” atau “Saya telah menghabiskan beberapa tahun terakhir bepergian ke berbagai negara, untuk melatih keterampilan bahasa saya” atau mungkin “Saya telah menjadi sukarelawan selama saya vakum bekerja pada beberapa waktu lalu”

Sekali lagi, jika pewawancara menganggap kamu tidak serius dengan lamaranmu, mereka akan menganggap kamu belum siap untuk kembali bekerja dan akan fokus pada kandidat lain.

So tunggu apa lagi? Yuk siapkan dirimu dari sekarang. Memang kembali bekerja setelah lama vakum tentu memerlukan banyak penyesuaian. Tapi ini bukan hal yang mustahil untuk dilakukan kok. Selama ada kemauan, disitu pasti ada jalan kan?

Penulis: Nova Damayanti (Copywriter at Apiary Coworking Space)

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store